Proses Pretreatment Sludge Palm Oil sebagai Bahan Baku Pembuatan Biodiesel dengan Dua Tahap Esterifikasi dan Transesterifikasi

Main Article Content

Nur Asma Deli

Abstract

Biodiesel adalah bahan bakar alternatif bagi bahan bakar solar berbasis petroleum yang terbuat dari sumber terbarukan seperti minyak nabati atau lemak hewani. Keunggulan biodiesel sebagai bahan bakar antara lain diproduksi dari bahan baku yang dapat diperbarui, dapat digunakan pada kebanyakan mesin diesel tanpa modifikasi atau hanya sedikit modifikasi, bersifat biodegradable, tidak beracun dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi operasi terbaik proses produksi biodiesel dari sludge palm oil dengan reaksi esterifikasi dan transesterifikasi secara terpisah dan serentak. Reaksi dijalankan pada temperatur refluks larutan yaitu 650C dengan menggunakan pelarut metanol. Reaksi esterifikasi menggunakan katalis H2SO4 dengan konsentrasi 1% serta waktu reaksi 15, 30, 45, 60, 90 dan 120 menit, sedangkan reaksi trasesterifikasi menggunakan katalis NaOH dengan konsentrasi 1% untuk proses dua tahap dan katalis H2SO4 untuk proses satu tahap dengan waktu reaksi 1, 2, 3, 4 dan 5 jam. Proses esterifikasi dapat menurunkan kadar asam lemak bebas dari 10,8% menjadi 1.69% dalam waktu 30 menit. Proses satu tahap menghasilkan biodiesel dengan perolehan 65,67% dalam waktu 1 jam dengan karakteristik biodiesel bilangan asam 0.79 mgKOH/g, Viskositas kenematik 11.35 cSt dan densitas 920.56 kg/m3. Proses dua tahap menghasilkan biodiesel dengan perolehan 92,71 dalam waktu 2 jam dengan karakteristik biodiesel bilangan asam 5.87 mgKOH/g, Viskositas kenematik 5.6 cSt dan densitas 930 kg/m3

Article Details

How to Cite
Deli, N. (2018, May 24). Proses Pretreatment Sludge Palm Oil sebagai Bahan Baku Pembuatan Biodiesel dengan Dua Tahap Esterifikasi dan Transesterifikasi. Jurnal Sains Dan Ilmu Terapan, 1(1), 16. Retrieved from http://e-journal.poltek-kampar.ac.id/index.php/JSIT/article/view/8
Section
Articles

References

[BSN] Badan Standarisasi Nasional. 2006. Standar Nasional Indonesia No. 04-7182-2006 tentang biodiesel. Jakarta. BSN.
[BSN] Badan Standarisasi Nasional. 1998. Standar Nasional Indonesia No. 01-3555-1998 tentang cara uji minyak dan lemak. Jakarta. BSN.
Canakci M, Van Gerpen J. 2001.Biodiesel production from oils and fats with high free fatty acids.Trans ASAE. 44(6):1429-1436.
Choo YM. 2004. Transesterification of palm oil: Effect of reaction parameters.J Oil Palm Res. 16(2):1-11
Hayyan A, Alam MZ, Mirghani MES, Kabbashi NA, Hakimi NINM, Siran YM, Tahiruddin S. 2010. Production of biodiesel from sludge palm oil by esterification process.Journal of Energy and Power Engginering. 4(1):11-17.
Kalam MA, Masjuki HH. 2002. Biodiesel from palm oil: An analysis of its properties and potential. Biomass Bioenerg 23:471-479.
Kheang, S. L, Cheng S. F, Choo Y. M, dan Ma Ah Ngan. 2006, A Study of Residual Oils Recovery from Spent Bleaching Earth : Their Characteristics and Applications. American Journal of Applied Sciences 3 (10): 2063-2067
Knothe G. 2005. Dependence of biodiesel fuel properties on the structure of fatty acid alkyl ester.Fuel Process Technol. 86:1059– 1070.
Sharma YC, Singh B, Upadhyay SN. 2008. Advancements in development and characterization of biodiesel: A review. Fuel. 87(12):2355-2373.
Sibarani J, Khairi S, Yoeswono, Wijaya K, Tahir I. 2007. Effect of empty bunch ash on transesterification of palm oil into biodiesel. Indo J Chem. 7(3):314-319.
Veljkovic VB, Lakicevic SH, Stamenkovic OS, Todorovic ZB, Lazic, ML. 2006. Biodiesel production from tobacco (Nicotiana tabacum L.) seed oil with a high ontent of free fatty acids, Fuel 85:2671–2675.
Wang Y, Ou S, Liu P, Zhang Z. 2007. Preparation of biodiesel from waste cooking oil via two-step catalyzed process.Energy Convers Manage. 48:184-188.
Zhang Y, Dubé MA, McLean DD, Kates M. 2003. Biodiesel production from waste cooking oil: 1. Process design and technological assessment.Bioresour Technol. 89:1-16.