Eksistensi Kearifan Lokal dan Hukum Islam di Kampung Naga terhadap Pelestarian Lingkungan
DOI:
https://doi.org/10.59061/guruku.v3i4.1354Keywords:
Environmental Preservation, Hajat Sasih, Islamic Law, Kampung Naga, Local WisdomAbstract
The results of research in Kampung Naga regarding the existence of local wisdom values and Islamic law in the Kampung Naga Tasikmalaya community. Naga Village, located in Neglasari Village, Salawu District, Tasikmalaya Regency, is one of the traditional villages in West Java. Apart from the strong Islamic heritage traditions, the Naga village community has traditions such as belief in ancestral myths and certain rituals related to these beliefs. The Hajat Sasih ceremony is a form of implementation of the Kampung Naga community's compliance with Islamic customs. This type of research uses a qualitative approach with an ethnographic type, namely research conducted in certain indigenous communities. And the values contained in Hajat Sasih are strengthening a sense of kinship, togetherness, mutual cooperation and protecting the environment. Based on the results of observations in the field, the author can conclude that even though they adhere to traditional customs, the Islamic religion has never disappeared and has always existed, in fact the Islamic religion has had a lot of influence in its application to the living environment of the Kampung Naga traditional community.
References
Abdilah, J. (2014). Dekontruksi tafsir antroposentrisme: Telaah ayat-ayat berwawasan lingkungan. Kalam: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, 8(1). https://doi.org/10.24042/klm.v8i1.168
Abdillah, M. (2015). Fikih lingkungan: Panduan spiritual hidup berwawasan lingkungan. UPP Akademi Manajemen Perusahaan YKPN.
Abdullah, dkk. (2008). Agama dan kearifan lokal dalam tantangan global. Pustaka Pelajar.
Arikunto, S. (2002). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Buhori. (2017). Islam dan tradisi lokal di Nusantara: Telaah kritis terhadap tradisi pelet Betteng pada masyarakat Madura dalam perspektif hukum Islam. Al-Maslahah, 13(2). https://doi.org/10.24260/almaslahah.v13i2.926
Husein, M. H. (1993). Lingkungan hidup: Masalah pengelolaan dan penegakan hukumnya. PT Bumi Aksara.
Keraf, A. S. (2010a). Etika lingkungan hidup. PT Kompas Media Nusantara.
Keraf, A. S. (2010b). Krisis dan bencana lingkungan hidup global. Kanisius.
Kusumawati, T. (2015). Penetapan kawasan adat Kampung Naga sebagai area preservasi atau isolasi dalam upaya menjaga keberlanjutan arsitektur tradisional. Jurnal FT UMJ.
Maria, dkk. (1995). Sistem keyakinan pada masyarakat Kampung Naga dalam mengelola lingkungan hidup. CV Eka Putra.
Meta, K. (2014). Kosmologi ruang adat sebagai identitas pemukiman Kampung Naga, Tasikmalaya–Jawa Barat. Teknik, 35(1). https://doi.org/10.14710/teknik.v35i1.7040
Mudzakir, A. (2012). Antara masyarakat adat dan umat: Masyarakat Kampung Naga dalam perubahan. 7(1).
Mufid, A. S. (2012). Dinamika perkembangan sistem kepercayaan lokal di Indonesia. Kementerian Agama RI Badan Litbang dan Diklat Puslitbang Kehidupan Keagamaan.
Nazir, M. (2001). Metode penelitian. Ghalia Indonesia.
Qardhawi, Y. (2002). Ri'ayah al-bi'ah fi syari'ah al-Islam (Pemeliharaan lingkungan dalam perspektif syariat Islam). Dar al-Syuruq.
Soemarwoto, O. (2004). Ekologi, lingkungan hidup dan pembangunan. Djambatan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 GURUKU : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






