Hubungan Antara Peer Attachment dengan Regulasi Emosi Mahasiswa Tingkat Akhir Bimbingan Konseling Universitas Nusa Cendana Kupang
DOI:
https://doi.org/10.59061/guruku.v4i3.1496Keywords:
Correlational Study, Emotional Regulation, Final Year Students, Peer Attachment, Quantitative Research.Abstract
Mahasiswa tingkat akhir sering mengalami tekanan akademis selama penyelesaian proyek akhir mereka, termasuk stres, kecemasan, kelelahan emosional, dan tekanan untuk lulus tepat waktu. Dalam situasi seperti itu, regulasi emosi memainkan peran penting dalam membantu mahasiswa mengelola emosi mereka secara efektif. Salah satu faktor yang diyakini memengaruhi regulasi emosi adalah keterikatan teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat keterikatan teman sebaya dan regulasi emosi serta untuk meneliti hubungan antara variabel-variabel ini di antara mahasiswa tingkat akhir Program Studi Bimbingan dan Konseling di Universitas Nusa Cendana, Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional deskriptif. Populasi terdiri dari 133 mahasiswa tingkat akhir, dan sampel dipilih menggunakan pengambilan sampel stratifikasi proporsional. Data dikumpulkan menggunakan skala psikologis dan dianalisis melalui statistik deskriptif dan korelasi momen produk Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterikatan teman sebaya dikategorikan tinggi, sedangkan regulasi emosi dikategorikan sangat tinggi. Analisis korelasi mengungkapkan hubungan positif yang signifikan antara keterikatan teman sebaya dan regulasi emosi (r = 0,338, p < 0,05), menunjukkan korelasi yang rendah namun bermakna. Temuan ini menunjukkan bahwa keterikatan antar teman sebaya yang lebih kuat berhubungan dengan regulasi emosi yang lebih baik di kalangan mahasiswa tingkat akhir Program Bimbingan dan Konseling di Universitas Nusa Cendana, Kupang.
References
Afifah Aulia Zayrin, H., Nupus, H., Maizia, K. K., Marsela, S., Hidayatullah, R., & Harmonedi. (2025). Analisis instrumen penelitian pendidikan (Uji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian). QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora, 3(2), 780–789. https://doi.org/10.61104/jq.v3i2.1070
Anindi, D. N., Zakiah, M., & N.Y.R.S.A., S. (2025). Hubungan regulasi emosi dan tipe kepribadian terhadap tingkat stres pada mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Tanjungpura. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 12(3), 544–554. https://doi.org/10.33024/jikk.v12i3.17841
Annisa, M., Nur, H., & Ansar, W. (2024). Pengaruh peer attachment terhadap regulasi emosi pada remaja. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(3), 1851–1859. https://doi.org/10.31004/edukatif.v6i3.6571
Anshori, H. M., & Iswati, H. S. (2019). Metodologi penelitian kuantitatif. Airlangga University Press.
Aprilia, N. S., & Yoenanto, N. H. (2022). Stres akademik mahasiswa yang menyusun skripsi. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), 2(1), 19–30. https://doi.org/10.20473/brpkm.v2i1.31924
Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik (Edisi revisi). PT Rineka Cipta.
Armsden, G. C., & Greenberg, M. T. (1987). The inventory of parent and peer attachment: Individual differences and their relationship to psychological well-being in adolescence. Journal of Youth and Adolescence, 16(5), 427–454. https://doi.org/10.1007/BF02202939
Astuti, B. (2019). Profil kemandirian belajar mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan, 12(1), 63–74. https://doi.org/10.21831/jpipfip.v12i1.24327
Azwar. (2017). Metode penelitian psikologi. Pustaka Belajar.
Azzahara, A., & Adetya, S. (2024). Hubungan regulasi emosi dengan stres akademik pada mahasiswa akhir. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(4), 2868–2875. https://doi.org/10.31004/edukatif.v6i4.6960
Bowlby, J. (1969). Attachment and loss: Vol. 1. Attachment. Basic Books.
Chandra, A. (2017). Hubungan antara peer attachment dengan regulasi emosi siswi di boarding school (Skripsi). Universitas Kristen Satya Wacana. https://repository.uksw.edu/
Chang, S., Vaingankar, J. A., Seow, E., Samari, E., Chua, Y. C., Luo, N., Verma, S., & Subramaniam, M. (2023). Understanding emotion regulation strategies among youths: A qualitative study. Journal of Adolescent Research, 40(1), 44–65. https://doi.org/10.1177/07435584231161002
Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Darwin, M., Mamondol, M. R., Sormin, S. A., Nurhayati, Y., Tambunan, H., Sylvia, D., Adnyana, I. M. D. M., Prasetiyo, B., Vianitati, P., & Gebang, A. A. (2021). Metode penelitian pendekatan kuantitatif. CV Media Sains Indonesia.
Delgado, C., Martínez-Pampliega, A., & Iraurgi, I. (2022). Peer attachment and psychological well-being in adolescence: The mediating role of emotional intelligence. Journal of Adolescence, 94(1), 12–22. https://doi.org/10.1016/j.adolescence.2021.10.007
DeVito, J. A. (2019). The interpersonal communication (15th ed.). Pearson Education.
Djaali, H. (2021). Metodologi penelitian kuantitatif. Bumi Aksara.
Fadhila, V. (2023). Pengaruh academic self-efficacy, motivasi berprestasi, dan budaya kolektivisme individualisme terhadap social loafing pada mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Skripsi). Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. https://repository.uinjkt.ac.id/
Fadhillah, V. (2021). Perbedaan regulasi emosi berdasarkan jenis kelamin pada remaja dengan orang tua yang bercerai di Kota Banda Aceh (Skripsi). Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. http://repository.ar-raniry.ac.id/
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 GURUKU : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






